Dua Truk Sampah Tak Kunjung Selesai Diperbaiki, Perkim Beri Penjelasan

Prabumulih, Viapost.id | Dua unit dump truk angkutan sampah milik Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Prabumulih diketahui telah lama terparkir di dua bengkel berbeda tanpa kejelasan penyelesaian perbaikan. Situasi ini menjadi perhatian publik mengingat armada tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran pelayanan pengangkutan sampah.

Satu unit dump truk diketahui berada di bengkel milik Adi, dekat SMP Negeri 5 Kelurahan Muara Dua. Kepala PLP Dinas Perkim, Ferisoldi, mengatakan bahwa proses perbaikan terhenti karena keterbatasan anggaran suku cadang.

“Setelah unit masuk bengkel, anggaran suku cadang sudah habis. Kami sempat berharap ada penambahan dari ABT 2025, namun ABT tidak dibahas. Untuk sementara, kami berencana menarik kembali mobil tersebut ke kantor,” ujarnya.

Unit lainnya terparkir di bengkel milik Wani di belakang Kantor Lurah Suka Jadi. Ferioldi mengakui belum mengetahui secara rinci kronologi awal kendaraan tersebut masuk bengkel, mengingat ia baru bertugas di Dinas Perkim sejak Juni 2025. Truk itu disebut telah cukup lama tidak beroperasi.

Pemilik bengkel, Wani, menyampaikan bahwa perbaikan mesin sudah selesai dilakukan.

“Mesin sudah selesai dan sebenarnya bisa digunakan. Namun kami belum dapat menyerahkannya karena biaya perbaikan sekitar Rp15 juta masih menunggu penyelesaian,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, mantan Kepala Dinas Perkim, Maiduty Fitriansyah, ST, MT, memberikan penjelasan bahwa instruksi untuk menarik unit tersebut sebenarnya telah disampaikan sejak lama.

“Besok ditarik. Sudah lama diperintahkan tarik, hanya saja PPTK sudah berganti, mungkin PPTK yang baru belum sempat,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan bahwa truk tersebut sudah menjalani servis, namun terdapat penyesuaian pada operasional karena sopir yang sebelumnya bertugas kini menggunakan unit lain.

“Sebenarnya sudah diservis, hanya sopirnya sudah memegang mobil baru. Jadi tinggal ditarik saja. Untuk unit yang di bengkel Wani tinggal penyelesaian pembayaran, anggarannya tersedia,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perkim belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut pembayaran perbaikan maupun kapan kedua armada tersebut dapat kembali beroperasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *