PRABUMULIH, Viapost.id | Senyum ramah Hj. Eviana, SST., M.Si, atau akrab disapa Bidan Evi, tak pernah lepas saat berbincang dengan awak media usai terpilih sebagai Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Prabumulih periode 2025–2030. Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota, Senin (8/8/2025), menjadi momentum penting bagi dirinya sekaligus babak baru bagi para bidan di Kota Nanas.
Nama Bidan Evi tentu sudah tak asing lagi di kalangan tenaga kesehatan. Sejak muda, ia mengabdikan diri di dunia kebidanan, mendampingi ribuan ibu melahirkan buah hati mereka. Bahkan, di rumahnya ia membuka klinik persalinan sederhana, menjadi saksi lahirnya banyak generasi baru di Prabumulih.
“Alhamdulillah, ini amanah sangat besar. IBI adalah rumah besar para bidan. Saya akan bekerja keras, berkolaborasi bersama pemerintah demi menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan layanan kesehatan reproduksi,” ujar Evi dengan mata berbinar.
Jejak Pengabdian
Di balik kesuksesannya, Bidan Evi tetap dikenal sebagai sosok sederhana. Ia merupakan istri dari Sangkut, pensiunan PNS yang pernah menjabat Sekwan DPRD PALI dan kini bertugas sebagai Kabid Lattas di Disnaker Prabumulih. Dukungan keluarga menjadi energi utama yang mendorongnya terus berkarya.
Perjalanan panjang di dunia kebidanan telah membentuk karakternya yang tegas namun penuh empati. Tak hanya piawai menangani persalinan, ia juga dikenal dekat dengan masyarakat, siap membantu tanpa memandang status sosial pasien.
Visi dan Misi: Lebih dari Sekadar Profesi
Bagi Evi, profesi bidan bukan sekadar menolong persalinan. Lebih dari itu, bidan adalah garda terdepan dalam menjaga kualitas kesehatan ibu dan anak. Karena itulah, ia menaruh perhatian besar pada isu stunting.
“Masalah stunting harus kita sikapi bersama. Bidan punya peran penting karena setiap hari berhubungan langsung dengan ibu hamil, bayi, dan anak balita. Sinergi dengan Pemkot Prabumulih sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme para bidan. Menurutnya, bidan adalah tonggak pelayanan kesehatan yang harus selalu terlatih, tanggap, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Harapan untuk Prabumulih
Kini, di pundaknya terletak harapan besar ratusan bidan di Prabumulih. Sosok yang telah malang melintang di dunia kebidanan ini ingin menghadirkan organisasi yang solid, kompak, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya ingin IBI menjadi organisasi yang tidak hanya kuat di internal, tapi juga hadir nyata di tengah masyarakat. Bidan harus terus berperan, mendampingi ibu, bayi, dan keluarga dalam mewujudkan generasi sehat,” pungkasnya.
