PRABUMULIH, Viapost.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui Bappeda menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Pendopoan Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (2/4/2026).
Musrenbang tahun ini mengusung tema “Akselerasi Infrastruktur Dasar dan Infrastruktur Ekonomi yang Berwawasan Lingkungan” sebagai langkah strategis mewujudkan visi Prabumulih MAS.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, Sekda Elman, Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardana, Ketua DPRD H. Deni Victoria, unsur Forkopimda, kepala OPD, perwakilan Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, serta Kepala Bappeda Prabumulih Abu Sohib.

Wali Kota Prabumulih, H. Arlan atau Cak Arlan, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda formal, melainkan forum strategis dalam merumuskan pembangunan yang berpihak pada masyarakat.
“Musrenbang ini menjadi wadah penting untuk menyatukan berbagai kepentingan pembangunan. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk aktif memberikan masukan,” ujarnya.
Menurutnya, forum ini juga bertujuan menyelaraskan program pembangunan daerah dengan pemerintah provinsi dan pusat.

“Sinkronisasi program menjadi hal penting agar pembangunan berjalan efektif, terarah, dan tepat sasaran,” jelasnya.
Cak Arlan menambahkan, keterlibatan seluruh stakeholder menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa mewujudkan pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril atau Bang Franky, menekankan bahwa setiap program harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita tidak ingin program hanya berhenti di atas kertas. Harus ada implementasi yang terukur dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh OPD untuk memperkuat sinergi dan inovasi dalam menjalankan program pembangunan.
“Kerja bersama dan inovasi menjadi kunci agar program berjalan efektif dan memberikan hasil maksimal,” katanya.
Menurut Bang Franky, fokus pembangunan ke depan tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat.
“Kita dorong pertumbuhan ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Prabumulih Abu Sohib memaparkan capaian indikator makro tahun 2025 sebagai dasar penyusunan RKPD 2027.
“Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,35 persen, gini rasio 0,34, IPM 70,17, tingkat kemiskinan 9,7 persen, dan pengangguran terbuka 4,72 persen,” jelasnya.
Ia menyebut capaian tersebut menunjukkan tren positif pembangunan daerah.
Sementara itu, Sekretaris Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Mohammad Adhie Martadhiwira, menegaskan bahwa RKPD merupakan dokumen strategis yang menjadi pedoman utama pembangunan daerah.
“RKPD harus selaras dengan program prioritas nasional dan provinsi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah dibangun Pemkot Prabumulih dengan Pemerintah Provinsi Sumsel.
“Kolaborasi yang baik ini menjadi kekuatan dalam mendorong percepatan pembangunan,” katanya.
Menurutnya, capaian pembangunan Prabumulih saat ini bahkan telah melampaui rata-rata provinsi.
“Ini harus dipertahankan dan terus ditingkatkan,” tegasnya.
📊 Data Makro Prabumulih (2025):
Pertumbuhan Ekonomi: 5,35%
Gini Rasio: 0,34
IPM: 70,17
Kemiskinan: 9,7%
Pengangguran Terbuka: 4,72%
🎯 5 Arah Target 2027:
Peningkatan pertumbuhan ekonomi
Penurunan ketimpangan
Peningkatan IPM
Penurunan kemiskinan
Penekanan angka pengangguran
🚀 5 Program Prioritas 2027:
Pelestarian dan perlindungan lingkungan hidup
Pemerataan infrastruktur dasar berwawasan lingkungan
Pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan
Peningkatan kualitas SDM dan sektor industri/jasa
Tata kelola pemerintahan yang efektif dan inovatif
Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Pemkot Prabumulih menegaskan komitmennya bahwa pembangunan bukan sekadar janji, melainkan harus diwujudkan secara nyata demi kesejahteraan masyarakat.
