Kepala BNN Prabumulih Klarifikasi Penanganan Pasien Rehabilitasi, Kronologi Diungkap, Kondisi Kini Stabil


PRABUMULIH, Viapost.id – Kepala BNN Kota Prabumulih, AKBP Pauzia, S.P., M.Si., memberikan klarifikasi terkait penanganan seorang pria yang diamankan dalam kegiatan deteksi dini. Penjelasan disampaikan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (26/3/2026).


Pauzia mengungkapkan, peristiwa bermula pada 17 Maret 2026 saat tim BNN melakukan deteksi dini di kawasan Lorong Lematang. Petugas mendapati seorang pria berinisial OB dengan gerak-gerik mencurigakan.


“Yang bersangkutan kemudian diamankan. Pada awalnya ia menolak dilakukan tes urine di tempat, sehingga dibawa ke kantor BNN dan sempat ditempatkan di sel untuk pengamanan sementara,” jelasnya.


Setelah dilakukan pendekatan, OB akhirnya bersedia menjalani tes urine di kantor BNN. Hasil pemeriksaan menunjukkan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ekstasi.
“Selanjutnya dilakukan asesmen, dan direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi rawat inap,” lanjut Pauzia.
BNN kemudian memanggil pihak keluarga. Awalnya, keluarga menyatakan kesediaan dan telah menandatangani surat pernyataan. Pauzia menegaskan bahwa rehabilitasi melalui BNN tidak dipungut biaya, meskipun tersedia opsi rehabilitasi di lembaga swasta berbayar.


“Keluarga sempat meminta waktu untuk persiapan, namun hingga beberapa hari kemudian belum siap,” ujarnya.
Ia menekankan, status OB adalah pasien rehabilitasi, bukan tahanan. Penempatan di sel hanya bersifat sementara untuk kepentingan pengamanan saat awal penanganan.


Dalam proses sebelum dibawa ke rumah sakit, OB sempat meminta izin untuk melaksanakan salat. Namun situasi berubah ketika petugas menemukan botol mencurigakan di sekitarnya.
“Sebagai langkah antisipasi, yang bersangkutan langsung dibawa ke rumah sakit. Ia mengeluh mual dan ingin muntah, serta mengaku sempat mengonsumsi minuman tertentu,” ungkapnya.


Di rumah sakit, OB mendapat penanganan medis dan observasi. Setelah kondisinya dinyatakan stabil, ia kemudian dibawa kembali ke BNN untuk pemantauan lanjutan.
“Sejauh ini kondisinya normal dan terus dipantau oleh tim medis,” tegas Pauzia.
Ia memastikan proses rehabilitasi tetap berjalan sesuai hasil asesmen. Rencananya, pasien akan menjalani rehabilitasi di Yayasan Karunia Insani, Lubuk Linggau.
“Untuk keberangkatan, direncanakan malam ini atau besok akan ditindaklanjuti oleh tim rehabilitasi,” pungkasnya.


BNN Prabumulih juga mengimbau masyarakat agar tidak takut mengikuti program rehabilitasi, karena pendekatan ini bertujuan untuk pemulihan serta membantu penyalahguna kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *