PRABUMULIH, Viapost.id — Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih mulai menyuarakan keluhan terkait tingginya suku bunga pinjaman di Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun kredit pegawai dinilai lebih memberatkan
dibandingkan penawaran dari sejumlah bank lain yang beroperasi di Prabumulih.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Senin (16/2/2026), suku bunga yang diterapkan mencapai 13 persen bagi PNS dan 7,95 persen bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kebijakan tersebut dinilai kurang kompetitif serta berdampak signifikan terhadap penghasilan bulanan para pegawai.
Salah seorang ASN Pemkot Prabumulih yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, skema pembayaran angsuran dilakukan melalui sistem potong gaji (payroll) secara otomatis dari rekening penerimaan gaji. Namun, ia menilai besaran potongan kerap kali terlalu besar hingga menguras sisa pendapatan bulanan.
“Suku bunga 13 persen itu sangat tinggi dan terasa mencekik. Potongan langsung dilakukan saat gaji masuk ke rekening, bahkan terkadang tidak menyisakan saldo untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Para ASN berharap adanya peninjauan ulang terhadap kebijakan suku bunga tersebut. Mereka membandingkan dengan sejumlah bank lain di Prabumulih yang dinilai menawarkan bunga lebih rendah dan skema cicilan yang lebih ringan.
Kondisi ini memicu keresahan di kalangan pegawai negeri yang menggantungkan kebutuhan rumah tangga pada sisa gaji bulanan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
