Waspada “Super Flu” Subclade K, Menular Cepat Namun Tak Lebih Berbahaya dari COVID-19

Viapost.id | Memasuki awal tahun 2026, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya varian Influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia. Varian ini kerap dijuluki “super flu” bukan karena tingkat keganasannya, melainkan lantaran daya penularannya yang tergolong cepat, di mana satu orang dapat menularkan virus kepada beberapa orang di sekitarnya dalam waktu singkat.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan peningkatan signifikan pada angka rawat inap, perawatan intensif, maupun kematian akibat subclade K tersebut. Secara umum, tingkat keparahannya masih sebanding dengan influenza musiman yang telah dikenal sebelumnya.

Sejumlah dokter menjelaskan, gejala yang ditimbulkan subclade K memang dapat terasa lebih berat dibanding flu biasa. Penderitanya dapat mengalami demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, nyeri otot hebat, kelelahan ekstrem, batuk kering, serta sakit kepala dan tenggorokan.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta lebih berbahaya dibandingkan COVID-19 yang saat ini sebagian besar hanya menimbulkan gejala ringan hingga sedang.

Kelompok masyarakat yang perlu meningkatkan kewaspadaan adalah anak-anak, lanjut usia, serta individu dengan penyakit penyerta atau daya tahan tubuh rendah. Faktor aktivitas sosial yang tinggi dan imunitas yang tidak optimal membuat kelompok ini lebih rentan terpapar dan mengalami gejala lebih berat.
Para tenaga medis juga menegaskan bahwa vaksin influenza tetap efektif dalam menurunkan risiko keparahan penyakit.

Selain itu, masyarakat diimbau tetap menerapkan langkah pencegahan dasar seperti menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, serta menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.

Pesan utamanya jelas: masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada dan disiplin menjaga kesehatan di tengah meningkatnya peredaran virus influenza varian baru ini.

Sumber: DetikHealth

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *