Proyek Drainase Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Sejumlah Kejanggalan Ditemukan di Lapangan

foto ; pengerjaan proyek yang di duga asal jadi

PRABUMULIH, Viapost.id | Pengerjaan proyek drainase di salah satu ruas jalan lingkungan diduga tidak dilaksanakan sesuai standar teknis. Berdasarkan pantauan di lapangan dan dokumentasi foto, ditemukan sejumlah kejanggalan yang berpotensi menurunkan kualitas bangunan serta mengganggu fungsi utama saluran air.
Kondisi drainase terlihat tidak rapi dan terkesan dikerjakan terburu-buru. Permukaan dinding dan lantai saluran tampak kasar, bergelombang, serta tidak rata. Di beberapa bagian bahkan terlihat genangan air, yang mengindikasikan kemiringan (slope) saluran diduga tidak sesuai sehingga aliran air tidak lancar.
Selain itu, pekerjaan plesteran dan pengecoran tampak tidak maksimal. Adukan semen terlihat mengendap dan tidak diratakan dengan baik, yang berpotensi menimbulkan retakan dini dan mempercepat kerusakan drainase. Padahal, saluran air memiliki fungsi vital untuk mencegah genangan dan banjir.
Sisa material pekerjaan juga terlihat berserakan di sekitar lokasi proyek. Kayu bekisting, tanah galian, dan batuan dibiarkan menumpuk tanpa penataan, sehingga mengganggu lingkungan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Ironisnya, di lokasi proyek tidak ditemukan papan informasi proyek, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait transparansi kegiatan dan pengawasan. Masyarakat berharap pihak pelaksana maupun instansi terkait dapat melakukan evaluasi serta perbaikan agar pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.
Proyek drainase tersebut berlokasi di Jalan Pertamina, Desa Kasih Dewa, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim.
Dugaan Kesalahan Pengerjaan yang Terlihat di Lapangan:
Kemiringan saluran tidak optimal, ditandai adanya genangan air.
Finishing kasar dan tidak rapi, dinding dan lantai bergelombang.
Adukan semen tidak merata, terlihat endapan dan bekas cor.
Pengawasan proyek diduga lemah, tidak tampak perbaikan hasil kerja.
Sisa material berserakan, kayu bekisting dan tanah galian menumpuk.
Potensi retak dan kerusakan dini, akibat kualitas pengerjaan yang diragukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *