Warga Resah, Gudang BBM Ilegal di Segayam dan Bakung Diduga Milik Jaringan Lama Masih Beroperasi Bebas di Duga Milik MY, JY, Ok

Muara Enim, Viapost.id | Aktivitas gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di wilayah Desa Segayam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, serta di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, kembali meresahkan warga. Warga menduga, kegiatan ilegal tersebut sudah berlangsung lama tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH).

Dari hasil penelusuran tim media di lapangan, gudang BBM ilegal di Desa Segayam diduga kuat milik Ujang Lorok dan keluarganya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, meski Ujang Lorok saat ini masih menjalani hukuman sebagai narapidana kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait bisnis minyak ilegal, namun ia masih mengendalikan aktivitas usaha tersebut dari balik jeruji besi melalui adiknya berinisial “J”.

Salah satu narasumber berinisial “M” mengungkapkan, gudang tersebut dikelola oleh tiga pihak besar yang dikenal di dunia perminyakan ilegal wilayah Sumatera Selatan.
“Gudang itu terdiri dari tiga bos minyak besar, yakni Ujang Lorok, Muhaimin, dan Ongki. Mereka diduga bekerja sama mengelola usaha minyak ilegal di satu kawasan yang sama,” ujarnya kepada wartawan.

Masih menurut sumber, gudang tersebut dilengkapi tangki tanam di sisi kanan bangunan dan terkesan satu kesatuan dari luar, padahal memiliki pemilik yang berbeda-beda.
“Muhaimin sendiri sebelumnya pernah tersangkut kasus minyak di dekat SPBU Gelumbang yang sempat ditangani Propam Polda Sumsel. Sedangkan Ongki dikenal sebagai pemain lama yang usahanya di Prabumulih sempat viral beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Selain di Segayam, aktivitas serupa juga ditemukan di Jl. Patratani, Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara. Warga di lokasi mengaku resah dan khawatir akan potensi kebakaran atau ledakan, seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu akibat percikan mesin sedot minyak di gudang milik inisial “MH”.

“Kami sering melihat mobil tangki solar berwarna biru-putih dan merah-putih keluar masuk gudang itu. Kami takut kalau sampai meledak bisa mencemari lingkungan dan menimbulkan korban jiwa,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera menindak tegas seluruh aktivitas BBM ilegal di wilayah Sumatera Selatan, khususnya di Desa Segayam dan Desa Bakung, yang dinilai sudah lama beroperasi tanpa pengawasan.

“Kami mohon Bapak Kapolda Sumsel segera turun tangan. Jangan sampai ada korban atau kebakaran dulu baru bertindak,” tegas warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *